Senin, September 07, 2026

ATLESTA Membuka Dunia “FASHION INTERNET” Lewat Album Kelimanya


Setelah lebih dari satu dekade menjalani perjalanan musiknya, Atlesta, proyek solo dari singer-songwriter, producer, dan multi-instrumentalist Fifan Christa, kembali dengan album kelimanya bertajuk FASHION INTERNET, yang telah dirilis pada 7 September 2026. Berisi 12 lagu, FASHION INTERNET melihat kehidupan manusia di tengah dunia yang semakin terkoneksi: tentang keinginan untuk diperhatikan, menjadi diri sendiri, jatuh cinta, mencari pelarian, menemukan rumah lewat orang lain, bertumbuh, hingga akhirnya belajar meninggalkan sesuatu.


Meski judulnya terdengar seperti album tentang internet atau fashion, FASHION INTERNET justru berangkat dari sesuatu yang lebih manusiawi. “Buatku Fashion Internet bukan tentang internet secara literal. Ini lebih tentang bagaimana kita hidup sekarang. Kita melihat banyak orang, dilihat banyak orang, mengikuti banyak hal, tapi pada akhirnya tetap punya pertanyaan yang sama tentang diri sendiri, hubungan, teman, dan hidup kita,” ungkap Atlesta.


Album dibuka dengan “The Entrance Cue”, sebuah intro repetitif yang dibayangkan seperti cue bagi seorang model sebelum memasuki runway. Dari sana, pendengar seolah diajak masuk ke dunia Fashion Internet. Perjalanan berlanjut melalui “Attention”, tentang keinginan mendapatkan perhatian dari seseorang; “Why People Why”yang mempertanyakan manusia dan identitas; serta “Beautiful Youth”, tentang keinginan sederhana untuk merasa hidup dan menikmati masa muda.


Di title track “Fashion Internet”, Atlesta berbicara mengenai tekanan untuk mengikuti tren dan terlihat relevan. Lagu tersebut menjadi salah satu statement utama album: bahwa di tengah dunia yang terus memberi tahu kita apa yang keren, seseorang tetap memiliki pilihan untuk menjadi dirinya sendiri. Sisi yang lebih personal muncul melalui “Someone’s Iris”, tentang seseorang yang terus tinggal di dalam pikiran, sementara “Special Section” dan “Happy Sexual” mengeksplorasi pelarian, ketertarikan, dan kebutuhan manusia akan koneksi serta kedekatan.


Kemudian hadir “Building”, salah satu titik paling personal dalam album. Lagu ini lahir dari kehidupan Atlesta sebagai perantau dan orang-orang yang ditemuinya dalam sebuah bangunan tempat tinggal. Orang-orang yang awalnya asing perlahan menjadi teman, support system, dan akhirnya terasa seperti rumah.


Semangat tersebut dirangkum dalam satu kalimat yang terus berulang:

“We are growing as we go.”


Pada bagian akhir, “Cool Kids Don’t Die” berbicara tentang bagaimana seseorang tetap berjalan bersama perubahan tanpa harus mengubah dirinya hanya untuk terlihat keren atau relevan. “Would You Mind” menangkap keraguan dan keberanian untuk menentukan pilihan, sebelum album akhirnya ditutup oleh “The Exit Pose”. Jika The Entrance Cue adalah momen memasuki runway, The Exit Pose adalah saat pertunjukan selesai.


Namun penutup album ini justru menjadi salah satu bagian paling manusiawi dalam FASHION INTERNET: suara teman-teman, kenangan tentang kehidupan bersama, dan perasaan ketika harus meninggalkan sebuah tempat yang pernah terasa seperti rumah.


Untuk memperpanjang dunia album secara visual, Atlesta memperkenalkan konsep FASHION INTERNET POSTCARDS. Alih-alih membuat visualizer konvensional untuk setiap lagu, masing-masing track akan diterjemahkan menjadi sebuah video postcard—potongan sederhana dari kehidupan sehari-hari yang mewakili emosi di balik lagunya.


Mulai dari menunggu perhatian seseorang, perjalanan malam, masa muda bersama teman, kehidupan di sebuah kos, sampai kamar yang akhirnya harus dikosongkan.

Konsep tersebut berangkat dari satu gagasan sederhana:

12 songs. 12 postcards. One world.


Dengan pendekatan produksi yang intentionally minimal, Fashion Internet Postcards akan menggunakan ruang, orang, dan kejadian sehari-hari untuk membangun dunia visual album secara organik. Campaign tersebut akan terus berjalan setelah perilisan album melalui rangkaian postcard, cerita di balik lagu, arsip proses pembuatan album, konten komunitas, hingga aktivitas offline.


Listening Party akan diadakan di Jakarta satu minggu setelah album ini dirilis secara digital, bersama konsep yang diberi nama FASHION INTERNET Experience Party, dengan host DJ didalam sebuah Bar Jakarta Selatan. Tiga bulan setelah perilisan, dunia tersebut juga direncanakan hadir dalam format FASHION INTERNET Album Showcase di Jakarta, membawa perjalanan album dari layar menuju pengalaman live. Selain showcase, FASHION INTERNET akan diperluas melalui rangkaian pop-up collaboration menghubungkan musik dengan merchandise, fashion, coffee culture, dan komunitas.



Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search